
Ketahanan pangan merupakan pilar utama pembangunan daerah yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Berau. Namun, perencanaan, intervensi, dan evaluasi kebijakan pangan sering terkendala oleh data yang belum terintegrasi antar instansi (Dinas Pertanian, Dinas Pangan, Badan Pusat Statistik, dan Kecamatan).
Berdasarkan situasi di Kabupaten Berau, terdapat beberapa kendala data, di antaranya:
- Variasi data produksi dan konsumsi antar lembaga.
- Belum maksimalnya pemetaan pangan lokal potensial.
- Kebutuhan sinkronisasi data sektoral.
Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan sebuah Lokakarya yang bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan dalam pengumpulan data dan menyusun dokumen perencanaan Database Pangan Terpadu yang akurat, mutakhir, dan dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan (One Data Pangan).
